Budayakan Memakai Jam Tangan, Bukan Jam Karet - tujuhrupa.com

Budayakan Memakai Jam Tangan, Bukan Jam Karet



“Jam berapa sekarang bro?”
“Jamilah kurang seksi sob” hahaha

Yup lelucon tersebut lumayan fenomenal (cieee) saat saya masih dibangku sekolah sekian tahun silaaammm. Tapi saya rasa lelucon tersebut lebih baik dibanding saat kita membicarakan budaya jam karet yang katanya sudah menjadi bagian dari orang Indonesia. Jam karet merupakan istilah bagi mereka yang kerap telat hadir atau melakukan sesuatu dari waktu yang telah ditentukan. Kenapa dibilang jam karet? karena mereka seperti karet ketika membicarakan soal waktu, iya dapat melar atau melebar jauh waktu kehadiran mereka dari jam yang telah ditentukan.

Jadi jam karet itu bukan jam tangan dengan tali dari karet yaa. Perihal jam tangan saya rasa cukup membantu kita untuk menghindari perilaku jam karet, dengan menggunakannya kita dapat mempekirakan waktu untuk menempuh perjalanan ke tempat tujuan atau mungkin dalam melakukan satu kegiatan agar kegiatan selanjutnya dapat kita kerjakan tanpa telat. Jam tangan sekarang ini sudah banyak yang dilengkapi dengan stopwatch bahkan timer, tak hanya jam tangan digital saja yang menyediakan fitur tersebut, tapi beberapa jam tangan dengan format analog pun ada yang mempunyai fitur stopwatch.

Saya sendiri lebih senang menggunakan jam tangan analog, entah mengapa tapi saya memang terkadang menyukai hal2 analog, meskipun menurut saya  penggunaan jam digital dapat lebih menguntungkan karena jika bateri jam digital habis dapat dengan mudah kita ketahui karena jam tidak akan menunjukan angka-angka sebagi petunjuk waktu. Namun beda hal dengan jam analog, iya saya pun kerap tidak menyadari jika jam tangan analog saya baterei-nya sudah habis karena saya kerap tidak memperhatikan  jarum detik jam atau bahkan beberapa jam analog saya tidak memiliki jarum petunjuk detik. hahaha

Beberapa teman saya pun kerap memiliki masalah yang sama ketika menggunakan jam analog, namun saya lebih merasa keren jika menggunakan jam analog. Oia selain memilih jam tangan digital atau analog biasanya kita juga akan dihadapkan pada pilihan menggunakan jam pada pergelangan tangan kanan atau kiri haha, teman saya  @tenyomsakti berpendapat lebih memilih menggunakan jam pada pergelangan tangan kanan agar saat berjabat tangan dengan klien menunjukan bahwa ia orang yang menghargai waktu dan selalu berusaha tepat waktu, yup terkesan mengada-ngada tapi saya rasa ada benarnya juga. Karena bagi sebagian orang menggunakan jam tangan sudah seperti memakai baju dan sebuah prestige bagi beberapa orang yang menggunakan jam tangan branded. Namun satu yang penting kita harus menghargai waktu terlebih lagi waktu yang sudah orang lain luangkan untuk kita.
Budayakan Memakai Jam Tangan, Bukan Jam Karet Budayakan Memakai Jam Tangan, Bukan Jam Karet Reviewed by Imam Mahmudi on 11.25.00 Rating: 5

1 komentar:

lapakmedan mengatakan...

benar sekali bang, waktu adalah kesempatan yang berharga yang harus kita manfaatkan.

Diberdayakan oleh Blogger.